Lihat Lebih Dalam

Aplikasi yang tangguh dan siap pakai.

Ubah desktop dalam satu kali klik

Merasa tidak familiar dengan destop bawaan Sundara OS? Atau Anda ingin bernostalgia dengan sistem operasi lama atau idaman Anda tanpa harus ribet kustomisasi, Sundara Look Changer adalah jawabannya.

Sundara OS

Sistem operasi luar biasa untuk kebutuhan Anda sehari-hari

Tangguh dalam Bekerja, Indah di Depan Mata

Lihat bagaimana Sundara OS memberi Anda kenyamanan dengan antarmuka yang mengagumkan!!

Untuk Anda, untuk Semua

Tiada batasan, itulah mimpi kami


Mengatasi Masalah Aplikasi Administratif yang Tidak Meminta Sandi

0 komentar


Sundara OS 3.33 sudah dilengkapi dengan Jupiter, yang memiliki fungsi untuk menghemat baterai terutama pada laptop. Saat tulisan ini dibuat, Jupiter sudah mencapai versi 0.1.2-1. Ternyata, aplikasi ini membawa efek samping lain terhadap sistem sehingga ketika memanggil aplikasi administratif dengan hak akses root (sudo, gksudo), sistem tidak akan meminta sandi. Hal ini cukup berbahaya untuk sistem. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Buka terminal, ketik
    $ sudo visudo
  2. Pada baris
    ALL ALL=(ALL) NOPASSWD:ALL
  3. Ubah menjadi
    ALL ALL=(ALL)ALL 

ID Pengguna dan Sandi pada Sundara OS 3.33

4 komentar

Sebagai catatan khusus untuk para pengguna Sundara OS 3.33 "Maulida", kami mengumumkan adanya sedikit informasi mengenai id pengguna (username) dan sandi yang muncul saat setelah pemasangan. Pembuatan nama pengguna baru saat pemasangan seperti ini.
Pengisian Data Diri saat Pemasangan
Di sini kami informasikan bahwa id pengguna rizal seperti pada contoh di atas setelah pemasangan dan masuk ke layar masuk tidak akan muncul. Yang muncul adalah id pengguna sundara dengan sandi bawaan "sundara" (tanpa tanda kutip).

Layar Log Masuk Sundara OS 3.33

Untuk mengembalikannya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut menggunakan antarmuka CLI (Command Line Interface)
  1. Setelah masuk sebagai pengguna sundara, tambahkan id pengguna baru:
  2. $ sudo adduser rizal
  3. Masukkan id pengguna tersebut ke grup admin supaya bisa menggunakan perintah sudo
  4. $ sudo adduser rizal admin
  5. Keluar dari sesi sundara (log out) dan masuk kembali sebagai rizal
  6. Hapus id pengguna sundara dan hapus folder pribadinya
  7. $ sudo userdel sundara && sudo rm -rf /home/sundara
Atau Anda juga bisa melakukannya dengan antarmuka GUI dengan membuka Menu->Control Center->Sistem->Pemakai dan Kelompoknya.
Demikian pemberitahuan yang kami umumkan, mohon maaf atas sedikit kekurangan ini. Insya Alloh ke depannya Sundara OS akan semakin disempurnakan. 

Catatan Rilis Sundara 3.33 "Maulida"

3 komentar

Bismillaahirrohmaanirrohiim
HIMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) Universitas Paramadina, KPLT (Komunitas Penggiat Linux Tasikmalaya) dan Tim Pengembang Sundara OS dengan bangga mengumumkan terbitnya Sundara OS versi 3.33 “Maulida” dengan basis Zorin OS 5.2 atau Ubuntu 11.04 Natty Narwhal tanpa Unity. Sistem operasi yang dirancang untuk keperluan penggunaan sehari-hari dengan antarmuka yang ramah. Penerbitan ini membawa serta lingkungan GNOME 2.x klasik. Seperti sebelumnya, Sundara OS 3.33 menyertakan Bahasa Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air dan pemasyarakatan bahasa nasional sebagai bahasa komputasi dan multimedia out of the box. Kami telah menyisipkan fitur-fitur terbaru teknologi GNU/Linux dengan kernel 2.6.38.13. Beberapa perubahan besar seperti adanya menu baru “Perangkat Lunak Sundara”, Sumber Perangkat Lunak yang terbaru, Docky yang tidak ditampilkan secara bawaan, dan menu bantuan (ALT+F1->Sistem->Bantuan dan Dukungan) dalam satu berkas PDF untuk memudahkan Anda.

Aplikasi di Sundara OS 3.33 “Maulida”
Sundara OS 3.33 “Maulida” membawa beberapa fitur terbaru dan sangat lengkap untuk Anda
Aplikasi Istimewa Sundara OS

    Kini, semua aplikasi istimewa Sundara OS dapat Anda akses dari menu khusus “Perangkat lunak Sundara”. Di menu ini Anda akan menemukan perangkat lunak esensial untuk kebutuhan sistem Anda
  • Sundara Driver Installer, merupakan perkakas yang berfungsi untuk memasang driver propietary yang khusu ditujukan pada pengguna yang tidak memiliki koneksi Internet yang memadai ataupun bahkan tidak memiliki koneksi Internet sama sekali. Fitur ini diturunkan dari AriOS 3.0, Dengan Sundara Driver Installer, komputer dengan Graphic NVIDIA atau ATI dapat memenuhi kebutuhan drivernya secara luring (offline);


  • Billing Manager, untuk memasang dan menghapus Billing untuk warnet. Usaha warung Internet masih merupakan salah satu mata pencaharian yang banyak diminati di Indonesia. Oleh karenanya, diperlukan aplikasi billing yang memadai dalam mendukung usaha tersebut. Sundara OS sudah dilengkapi PPA gBilling yang siap dipasang melalui perangkat lunak ini. Anda bisa memilih untuk memasang dan atau menghapus versi server atau klien . Terima kasih kepada Ardhan Madras selaku pemrogram aplikasi gBilling ini.


  • Internet Browser Manager , fitur ini merupakan fitur turunan Zorin OS. Pengguna Internet biasanya akan memperhatikan peramban web (web browser) yang dipakainya terkait dengan kecepatan, keamanan, kenyamanan dan fitur yang dimilikinya. Ada banyak peramban web di luar sana yang tidak bisa dipasang semuanya di Sundara OS, oleh karenanya, Sundara OS hadir dengan Internet Browser Manager yang memudahkan pengguna untuk memasang dan menghapus peramban web pilihannya;


  • Sakis 3G , Modem USB GSM merupakan media yang populer di Indonesia sebagai penghubung ke dunia maya. Dengan Sakis 3G, Anda bisa mengonfigurasi modem dengan mudah dan cepat ;


  • Sundara Look Changer, masih membawa fitur Sundara OS sebelumnya, Sundara Look Changer merupakan aplikasi luar biasa untuk mengubah destop Anda menjadi mirip sistem operasi populer lain seperti Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Mac OS X dan tentunya GNU/Linux GNOME dan Sundara OS dalam satu kali klik. Dengan perbaikan skrip dan penyesuaian, Sundara Look Changer di “Maulida” ini akan semakin membuat destop Anda gereget tentunya;
  • Tutorial Tugas Akhir dengan Writer. Menguasai aplikasi perkantoran adalah syarat mutlak yang tidak bisa dihindari untuk membuat dokumen yang rapi, resmi dan profesional. LibreOffice Writer, sebagai aplikasi pengetikan dokumen utama di Sundara OS tentu mendapat perhatian khusus bagi pengguna. Di sinilah peran tutorial tersebut. Terima kasih kepada Rustan Jhi, rekanan di grup LibreOffice Indonesia dan Kamariah yang telah menghasilkan karya ini. Karya ini akan lebih bermanfaat bagi para profesional di bidang pendidikan yang menginginkan dokumen rapi dan sesuai kaidah, terlebih untuk kepentingan skripsi, thesis atau disertasi.


Aplikasi Perkantoran
  • LibreOffice 3.5 dengan dilengkapi berbagai galeri (Clip Art), ekstensi terutama AlQuran dan palet (template) yang siap digunakan;





  • StarDict seperti versi sebelumnya, sudah dilengkapi dengan basis data kamus Indonesia-Inggris, Inggris Indonesia, Oxford Advanced Learner's Dictionary, KBBI, Sunda-Indonesia dan Indonesia-Sunda.
Aplikasi Grafis

  • Blender 2.62 untuk solusi kreatif tiga dimensi;
  • Dia Diagram Editor 0.97.1 untuk keperluan diagram alur, topologi jaringan, dll;
  • gThumb sebagai pengganti Shotwell;
  • Inkscape 0.48.2;
  • Pemindai Ringkas 2.32 untuk keperluan pemindaian (scanning) dokumen Anda;
  • GIMP 2.7.3 (GNU Image Manipulation Program) untuk olah gambar bitmap/raster dengan kemampuan jendela tunggal (single-window mode) dan dukungan banyak brush dan gradien tambahan.
  • Scribus 1.4.0 untuk keperluan publikasi, membuat majalah, yang memiliki antarmuka QT yang lebih terintegrasi
Aplikasi Internet
  • Peramban Web Mozilla Firefox 10.0 dengan dukungan pengaya (add-on) esensial seperti FlashGot, DownloadHelper, Print PDF, AdBlock Plus, ScreenShot, dll;

  • Peramban Web Google Chrome 17 dengan adanya ekstensi KASKUS, detikcom, Awesome Screenshot dan Google Translate dan permainan Angry Bird;
  • Giver File Sender, untuk berbagi berkas dan folder dalam jaringan lokal;
  • GyachE Improved: aplikasi obrolan Yahoo!! dengan dukungan suara dan video, IMEnvironment, Buzz, dll
  • Hotot: klien Twitter
  • Klien Server Terminal
  • Klien Sosial Gwibber
  • Skype : mengobrol dan panggilan video Skype
  • Thunderbird Mail: pengatur akun surel (email) Anda
  • Transmission: pengunduh berkas *.torrent
  • uGet Downloader: mengatur berkas unduhan Anda, integrasikan dengan FlashGot di Firefox (solusi dari Internet Download Manager)
  • XChat Internet Relay Client: mengobrol dengan IRC (solusi dari MiRC)
Aplikasi Islami
  • HaditsWeb5.0, belajar hadits dalam bentuk berkas *.xchm;
  • Othman Quran Browser;
  • Waktu Sholat Minbar;
Perkakas Sistem
  • Deja Dup Backup Tool
  • Jupiter, mengatur modus bateai, tampilan resolusi dan modul Wi-Fi dan Bluetooth dalam cara yang sangat mudah
  • Oracle VM VirtualBox, virtualisasi sistem operasi
  • UCK (Ubuntu Customization Kit)
  • Unetbootin, membuat versi LiveCD distro GNU/Linux dan Windows
Permainan
  • ZAZ (ZAZ a'int Z***), tebak sendiri lah permainan mirip kodok menembak kelereng
  • WarZone2100, permainan strategi realtime
Aplikasi Multimedia
  • Audacity: merekam dan menyunting suara
  • Brasero Disc Burner : pembuat dan pembakar berkas CD/DVD (solusi Nero Image Burner)
  • Kazam Screencaster: perekam destop
  • Kios Webcam Cheese: mengambil foto dan video dengan webcam
  • Mobile Media Converter: konversi berbagai format audio dan video di berbagai media
  • ClipGrab, mengunduh video YouTube dengan mudah
  • Openshot Video Editor: membuat dan menyunting video (solusi dari Windows Movie Maker)
  • Perekam Suara
  • Rhythmbox Music Player: mendengarkan musik, radio Internet, melihat lirik, menyunting tag, dll
  • TuxGuitar: menyunting dan memainkan tablatur gitar
  • VLC Media Player: pemutar suara dan video berbagai format
  • Winff: konversi berbagai format multimedia Anda
Lainnya
  • Dukungan terhadap aksara Nusantara dan aksara non latin
  • WINE 1.3 dan PlayOnLinux 4.0.14 untuk memasang aplikasi dan permainan (games) Microsoft Windows Anda
  • Dukungan Samba untuk berbagi berkas dalam jaringan dengan komputer bersistem operasi Microsoft Windows
  • Docky, Global Menu dan Screenlet untuk mempercantik destop Anda
Untuk mendapatkannya, silahkan unduh atau pesan di halaman unduh/pemesanan.

Testimoni

6 komentar

Sebagai bentuk komitmen kami terhadap pengguna, kami sangat membuka diri sama sekali terhadap kritik, saran, pesan, kesan atau sekadar berbagi pengalaman dari Anda. Oleh karena itu, kepada pengguna baik yang akan, sedang ataupun sudah menggunakan Sundara OS, silahkan memberikan testimoninya pada komentar di bawah, terima kasih.


Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan ke depannya.


Mengetik Aksara Daerah Nusantara dengan Sundara OS

0 komentar

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kebudayaan daerah nusantara, Sundara OS 1.33 dilengkapi dengan beberapa aksara daerah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses dijitalisasi tulisan daerah. Aksara-aksara daerah tersebut merupakan hasil pemaketan tim pengembang BlankOn. Sundara OS mengambil sumber paket dari BlankOn 6 Ombilin. Aksara-aksara daerah yang didukung adalah aksara Bali, Batak, Bugis dan Sunda.
Selain itu juga, Sundara OS 1.33 juga sudah diengkapi aksara-aksara internasional seperti Amharic, Arab, Bengali, Gujarat, Hindi, Malayalam, Kannada, Nepal, Punjab, Rusia, Tamil. Telugu, Thailand, Ukrania, Vietnam, IPA-X dan Latex.

Mengaktifkan Modus Aksara Non Latin
Untuk dapat menggunakan aksara-aksara daerah maupun aksara internasional non Latin, kita harus mengatur terlebih dahulu SCIM pada Sundara OS 1.33. Berikut adalah cara mengaktifkannya:
  1. Pada menu awal, cari Dukungan Bahasa/Language Support, kemudian pada bagian sistem metode masukan papan ketik/keyboard input method  system, kemudian pilih scim-immodule
  2. Setelah log masuk, dari menu awal, cari Pengaturan Metode Input SCIM/SCIM Input Method Setup, kemudian pilih Global Setup
  3. Pada bagian Tata Letak Papan Ketik/Keyboard Layout, pilih English (US)
  4. Centang bagian Bagikan metoda input di semua aplikasi/Share the same input method among all appications
  5. Klik Terapkan/Apply dan OK
  6. Setelah itu keluar log (log out) dan masuk log (log in) kembali.

Membangun Kemandirian Teknologi Bangsa dengan Free Open Source Software

0 komentar

Teknologi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sebagai salah satu bentuk kebudayaan (Koentjaraningrat : 2000). Teknologi informasi merupakan subordinansi yang mendukung adanya era informasi. Era informasi menjadi abad baru yang mendongkrak kebudayaan manusia dengan seiring semakin mudahnya orang-orang untuk berbagi. Hal ini membuka pintu gerbang bagi siapa saja dan dari mana saja selama memiliki akses yang tinggi pada informasi. Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan menyatakan bahwa ketidakmampuan seseorang mengakses informasi sama bahayanya dengan ketidaktersediaan kebutuhan-kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan.

Informasi sebagai bentuk aset manusia tidak bisa dilepaskan dari adanya penggunaan komputer. Penggunaan komputer sebagai syarat penting untuk akselerasi penyebaran informasi akan berakhir pada wacana penggunaan software sebagai alat yang memberikan fungsionalitas pada komputer. Software sebagaimana tulisan, fotografi, perkataan dan karya manusia lainnya merupakan salah satu karya yang memiliki hak cipta (copyright). Hak cipta tercipta secara otomatis ketika karya tersebut dibuat dan melekat pada pembuat, meskipun sang pembuat tidak mendefinisikannya. Lebih banyak pemrogram yang telah mendefinisikan hak-hak apa saja yang dimiliki oleh pengguna software ciptaannya yang biasanya dicantumkan dalam EULA (End User License Agreement).

Dalam dunia pemrograman, dikenal istilah kode sumber (source code) dan binary. Apa itu kode sumber dan binary? Kode sumber adalah sekumpulan algoritma yang dibuat yang melekat pada suatu software, sementara binary adalah hasil akhir dari suatu software. Dalam dunia nyata, kode sumber adalah resep masakan beserta cara pembuatannya (algoritmanya), sementara binary adalah masakannya itu sendiri. Secara garis besar software-software yang dibuat memiliki dua paradigma besar berdasarkan sifat keterbukaan kode sumbernya, yaitu FOSS (Free Open Source Software) dan PCSS (Propietary Closed Source Software).

Sejarah FOSS
Ternyata dunia software yang begitu teknis juga memiliki ideologi dan filosofi yang menyertainya. Pada awal hadirnya komputer, software bersifat free open source. AT&T UNIX pada tahun 1969 adalah salah satu contoh sistem operasi yang menjalankan pendekatan ini, teknisi Bell Lab membangun sistem operasi UNIX yang didistribusikan ke institusi akademik secara bebas biaya dan menyediakan kode sumber. Perlu diketahui bahwa semenjak itu sistem operasi UNIX yang memasyarakatkan bahasa pemrogaraman C yang merupakan bahasa pemrograman lintas platform berpeluang menjadi sistem operasi universal untuk tingkat mainframe, mengingat saat itu masing-masing perusahaan dan vendor membuat hardware dan sistem operasinya sendiri-sendiri sehingga menutup kemungkinan adanya interopabilitas. Selama kurun waktu 1970an, sistem operasi UNIX semakin populer karena sifatnya yang bebas disebarluaskan dan dimodifikasi.


UNIX mulai 'mencium' uang ketika AT&T membuat sistem operasi UNIX System V yang dikomersilkan dan menyembunyikan kode sumbernya. Hal ini menjadi trend baru yang di kemudian hari menjadi bentuk Proprietary Closed Source Software. Desakan pebisnis software ini sampai memunculkan UU Hak Cipta tahun 1980.

Ternyata, di sisi lain, ada beberapa kelompok orang yang menginginkan agar software kembalii pada sifat asalnya, yaitu tersedia kode sumbernya dan dapat dimodifikasi. Dipimpin oleh gerakan “free software”, Richard M. Stallman (RMS) mendeklarasikan proyek GNU dan lisensi copyleft. Pada tahun 1984 ia mengumumkan manifesto GNU2 yang menekankan istilah “free software” yang berkomitmen membuat pengganti UNIX yang kompatibel dengan UNIXnya sendiri. Dia memulai membuat perkakas dan pustaka yang kompatibel dengan sistem operasi UNIX (seperti penyunting teks, kalkulator, dsb). Namun, hingga awal 1990an RMS belum mampu membuat sistem operasi GNU secara penuh karena belum memiliki kernel yang matang. Kernel adalah jantungnya sistem operasi yang merupakan jembatan utama antara software dengan hardware, ia mengatur hal-hal seperti driver, manajemen memori dll.

Sementara itu, di bagian belahan dunia lain, tepatnya di Finlandia, Linus Torvalds membuat sebuah kernel yang ia bagi ke forum Internet yang kemudian diberi nama Linux. Linux ini mendapat sambutan luar biasa dengan perbaikan-perbaikan karena dikerjakan secara gotong royong. Kemudian, proyek GNU nya Richard Stallman akhirnya disatukan dengan Linuxnya Linus Torvald dan terciptalah nama gabungan GNU/Linux yang merupakan sistem operasi lengkap dan siap digunakan dan dewasa ini dalam bentuk paling mutakhirnya, distribusi (disingkat distro) yang sekarang mencapai kepopuleran paling tinggi yaitu Ubuntu.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa free software harus dibedakan dengan freeware. Suatu software gratis seperti Yahoo! Messenger tidak bisa dikatakan sebagai free software karena tidak tersedianya kode sumber.

Jika ada orang yang menanyakan kenapa penulis menggunakan Free Open Source Software? Mungkin sebagian besar jawabannya adalah karena sifatnya yang 'gratis', tanpa membeli lisensi dan tanpa memaparkan komputer pada resiko komputer terkena malware seperti virus, trojan, dsb karena mencari nomor serial, crack, patch, dsb. Jadi, kita sebaiknya menghapuskan pemikiran bahwa free software berarti software yang gratis. “Free as free speech, not free beer”, begitu kata Richard Stallman, free sebagai kebebasan, bukan free sebagai gratis. Bahkan, fenomena pelabelan 'gratis' ini sampai memunculkan gerakan lain yang serupa, yaitu gerakan Open Source pada tahun 1998.

Model Bisnis Berbasis FOSS
Jika ada yang masih ragu tentang kehebatan FOSS, lihatlah perusahaan-perusahaan besar yang sudah mengadopsinya, bahkan Internet merupakan salah satu teknologi yang didukung penuh oleh teknologi FOSS (lihat server web Apache, bahasa pemrograman PHP, semuanya FOSS). Lihatlah Android besutan Google yang sudah merajai 52,5% pangsa pasar ponsel cerdas pada kuartal ketiga 2011. Kemudian film Superman, Big Buck Bunny dan Lord of The Ring semuanya menggunakan FOSS.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa FOSS sangat terbuka untuk dikomersilkan ada beberapa model bisnis yang berjalan di atas atau beriringan dengan FOSS:4
  1. Jasa berbasis kompetensi FOSS tanpa punya produk. Contoh: Linuxcare, dll. (Umumnya perusahaan ICT di Indonesia).
  2. Jasa berbasis produk dan branding: Pengembang distro, support, training, sertifikasi, dll. Contoh: RedHat, SUSE, Mandriva, Ubuntu, dll.
  3. Widget Frosting: Jual hardware dg FOSS. Contoh: Dell, HP, IBM, Nokia, Android, dll.
  4. Accessorizing: buku, CD, boneka, dll. Contoh: O'Reilly, InfoLINUX, GudangLinux, dll.
  5. Loss Leader: Melepas versi FOSS untuk mendapatkan pemasukan dari produk proprietary yang sejenis. Contoh: Mozilla
  6. Memberikan software, menjual merek. Contoh: OpenOffice.org (Oracle), Android (Google), dll.
  7. Dual Licensing. Contoh: MySQL, PJSIP, OpenOffice-StarOffice, dll.
  8. Dual Mission. Contoh: Sendmail, Alfresco, dll.
  9. Proprietary di atas FOSS: Oracle (Linux dan Enterprise Applications), dll.

Kemandirian dengan FOSS

Dalam definisi Free Software, suatu free software harus memenuhi empat jenis kebebasan:
  1. Kebebasan menjalankan program.
  2. Kebebasan mempelajari isi program dan mengubahnya sesuai dengan kebutuhan
  3. Kebebasan mendistribusikan kembali program
  4. Kebebasan mengembangkan program dan merilis hasil pengembangan kita kepada komunitas
Hal ini sangat sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia yang sering kita baca dalam buku PPKn, yaitu gotong royong. Di sinilah ruh FOSS berperan, seorang pengguna atau pembuat dari kalangan apapun dan manapun diberi kebebesan untuk mempelajari, menyalin, mendistribusikan dan memodifikasi software. Kita bandingkan dengan software PCSS, kita hanya diperbolehkan mempergunakannya itu juga dalam kuantitas yang sangat kecil karena mereka dilindungi oleh paten. Apa itu paten? Tidak seperti hak cipta yang muncul dengan sendirinya, paten harus dikeluarkan oleh suatu lembaga yang berwenang. Menurut Richard Stallman, paten ini sangat berbahaya karena membatasi produktivitas kita dalam membuat software. Ketika kita akan membuat software, kita harus mencari apakah ada paten yang terkait dengan ide pembuatan software tersebut. Saat kita mengerjakan software berlangsung dan keluar paten yang berkaitan software yang kita buat, maka kita tidak boleh mengklaim bahwa software yang kita buat adalah berasal dari kita sendiri.

Marilah kita lihat fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang masih dalam “penjajahan” bangsa lain. Dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan rendahnya nasionalisme terhadap produk sendiri ditambah rendahnya tingkat keberhasilan pendidikan (bukan tingkat pendidikan), menyebabkan bangsa kita lebih menyukai produk asing, tentu akan kembali berimbas pada 'penjajahan'. Hal ini akan terus menerus berlanjut apabila kita tidak menyadari ketergantungan kita dalam teknologi informasi terhadap produk asing. Saatnya kita berpikir panjang untuk mewujudkan kemandirian teknologi bangsa. Nah, hal ini bisa diwujudkan apabila kita mampu membuat dan memakai produk sendiri, dan itu sangat didukung oleh FOSS dengan melihat beberapa fakta bahwa:
  1. PCSS menuntut biaya lisensi yang tidak sedikit, coba kalikan saja jika dalam suatu perusahaan menggunakan software PCSS asli, berapa juta yang harus dikeluarkan? Mengapa tidak dianggarkan untuk peningkatan sumber daya manusia dalam menciptakan FOSS dan menggunakannya? Belum lagi ada biaya lain seperti biaya sistem yang down atau biaya pembelian program antivirus dan perbaikan dari perusakan virus.
  2. FOSS bebas untuk dipelajari dan sangat terbuka kemungkinan untuk dijadikan objek penelitian. Setiap orang atau institusi bebas untuk mempergunakan, mempelajari kode sumber dan memodifikasinya
  3. FOSS memiliki standar terbuka, interoperabilitas dan keamanan yang tinggi.
  4. FOSS memiliki kapabilitas dalam menciptakan komunitas-komunitas yang melek teknologi.
  5. Semakin banyak komunitas FOSS yang memodifikasi software-software FOSS akan menciptakan software-software yang didistribusikan secara bebas dan semakin banyak yang mempergunakannya dan semakin banyak yang mempelajarinya dan semakin orang yang tahu akan teknologi
  6. Akhirnya, kita menjadi bangsa yang mandiri yang mampu berswasembada teknologi.

Apa yang Bisa Dilakukan?
Yang pasti, kita harus mengubah dulu paradigma bahwa menggunakan FOSS dalam hal ini GNU/Linux adalah sulit dan tidak user friendly. Takaran kenyamanan dalam menggunakan software sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kita sebelumnya. Konsepsi 'tidak nyaman' kita dikarenakan kebiasaan kita dalam menggunakan sistem operasi propietary sejak awal. Jika di sekolah-sekolah awalnya diajarkan GNU/Linux, pertanyaannya kemudian bukan “Apa itu Linux”, tetapi “Apa itu Windows”? Belajar adalah suatu proses, demi kemajuan bangsa kenapa tidak? Semuanya sama, kita harus berdarah-darah sampai mampu mengendarai sepeda dengan sempurna. FOSS adalah suatu proses revolusi, setiap saat pengembangannya yang 'keroyokan' memberikan jaminan software-softwarenya yang akan terus berkembang, terlebih jika penggunanya juga mengirimkan laporan bugs (kesalahan) pada pengembangnya, tentu software tersebut akan lebih berkembang lagi. Penulis yakin bahwa pengguna software hanya menggunakan fitur-fitur dasar dari sebuah aplikasi dan FOSS dapat memenuhinya, bahkan lebih. Marilah berhenti menyalahkan antarmuka yang tidak nyaman walau di luar ini GNU/Linux sudah memiliki tampilan yang luar biasa cantik, FOSS bergerak dari fungsi, bukan dari tampilan. Jika mau lebih, ya silahkan membayar lisensi selama memang dibutuhkan. Marilah mengajak orang sebanyak-banyaknya tentang pentingnya FOSS dan efek jangka panjang bagi bangsa ini.FOSS itu solusi, bukan alternatif!!!!

Salam open source!!!
Referensi:
http://staff.blog.ui.ac.id/jp/mengapa-foss-penting/, diakses Senin, 10 Oktober 2011 15:59
http://www.shlomifish.org/philosophy/foss-other-beasts/revision-2/foss-and-other-beasts/history.html
http://aosi.or.id/?q=node/74, diakses 3 Januari 2012 12:20

Sundara OS Kembali Dicerminkan

0 komentar

Alhamdulillah, setelah proses unggah melalui FileZilla pada hari Kamis, 5 Januari 2012, Sundara OS kembali dicerminkan di server Rumah Ilmu atas kebaikan Kang Reza Ervani. Untuk mengunduh, silahkan kunjungi halaman ini.


Mudah-mudahan semakin memudahkan pengguna dalam mendapatkan sistem operasi bebas dan legal.